Menurut antum, antum lebih suka mengasih atau dikasih? Kalau saya insyaaAllah lebih senang dengan mengasih karena setiap mengasih itu insyaaAllah justru akan memperoleh lebih banyak kebaikan. Kebaikan yang inyaAllah lebih menikmatkan. Ketika kita mengasih sesuatu kepada seseorang, tampaknya memang sesuatu dari milik kita berkurang. Padahal sesungguhnya Allah akan mengantikan dengan yang lebih nikmat.
Ingat hukum kekekalan energi? "Energi tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya bisa berubah bentuk" Setiap energi kebaikan yang kita keluarkan atau yang lebih tepatnya kita mengamalkannya, Alam semesta akan memberikan atau mengembalikan kepada kita energi kebaikannya kepada kita lagi. Asalnya darimana pun akan kembali lagi ke kita. "Energi yang masuk sama dengan energi yang keluar". Energi kebaikan yang kita amalkan akan kembali kepada kita kebaikan dengan nilai yang sama melalui manapun juga. Ini sebenarnya hanya hukum yang berlaku di dunia. Hukum dunia. Tidak berlaku perbedaan agama. Orang dari agama apapun juga yang mengeluarkan energi kebaikan, akan mendapatkan kebaikan juga. Kebaikan yang hasil dari usaha yang ia keluarkan. Oleh itulah mengapa, orang seagama maupun tidak seagama juga mendapatan kebaikan di dunia. Sifat Maha Pengasih Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Inilah hukum energi yang bersifat dunia. Akan berbeda jika kita menambahkan nilai keikhlasan dalam kita mengamalkannya. Tidak hanya kebaikan dari dunia yang kita dapat, namun kebaikan dari akhirat juga kan kita dapatkan. Nilai kebaikan dari akhirat berbeda dengan nilai di dunia. Dalam perhitngan akhirat, nilai amal akan berbeda-beda. Setiap nilai dunia kan dikonversi dengan nilai keikhlasan. Sebaik-sebaik amal dunia, misalkan bernilai 100. Jika nilai keikhlasannya 0, maka 100 dikali 0, menjadi 0 dalam nilai akhirat. Namun juga sebaliknya. Jika nilai dunia 1, sedang nilai ikhlasnya 100, maka balasan didunia 1 namun diakhirat bernilai 100.
Sistem nilai yang diberikan Allah pun berbeda-beda. Ada yang Allah lipatkan sekali, dua kali, tiga kali, sepuluh kali, tujuh ratus kali, bahkan bisa Allah kalikan menjadi tidak terhingga. MasyaaAllah.
Inilah sistem penilaian dari beberapa teori yang saya pahami. Semoga Allah membaikan setiap amal kebaikan kita; memudahkannya, merahmatinya, serta memberkahinya. Aamiin.
Wallahu'alam bis showab.

Comments
Post a Comment